Perintah - Perintah Pada CMD

Sebelumnya kita menuju pada perintah - perintah CMD, kita harus tahu apa itu CMD.

Command Prompt (executable cmd.exe) adalah command-line interpreter yang disediakan Microsoft pada OS / 2, Windows CE dan pada sistem operasi Windows NT-based (termasuk Windows, Windows 2000, Windows XP, Windows Vista, Windows 7, Windows Server 2003dan Windows Server 2008).

Berikut penampakan dari CMD




Nah karna kita sudah tahu apa itu CMD maka kita juga harus tahu cara menggunakan, pada CMD memiliki beberapa perintah - perintah yang dapat memanage komputer kita lewat CMD.

Untuk dapat mengakses CMD kita dapat menjalankan lewat Windows - Search - "CMD" - klik CMD - OKE atau juga bisa melalui shortcut Run dengan menekan tombol pada keyboard WINDOWS + R lalu ketik "cmd" tanpa tanda petik.


Berikut Perintah - Perintah CMD yang disusun berdasarkan abjad.

A
ADDUSERS : Tambah daftar pengguna untuk / dari file CSV

ARP : Address Resolution Protocol

Assoc : Ubah ekstensi file asosiasi

ASSOCIAT : Salah satu langkah asosiasi file

Attrib : Ubah atribut berkas

B
Bootcfg : Edit Windows boot settings

BROWSTAT : Dapatkan domain, info browser dan PDC

C
CACLS : Ubah file permissions

CALL : Panggil satu program batch yang lain

CD : Mengganti Directory – pindah ke Folder tertentu

Change : Ganti Terminal Server Session properties

CHKDSK : Check Disk – memeriksa dan memperbaiki masalah disk

CHKNTFS : Periksa sistem file NTFS

CHOICE : Menerima input keyboard ke sebuah file batch

CIPHER : Encrypt atau Decrypt file / folder

CleanMgr : Ototmatis membersihkan Temperatur file, recycle bin

CLEARMEM : Hapus kebocoran memori

CLIP : Salin STDIN ke Windows clipboard.

CLS : Menghapus layar (Clear The Screen)

CLUSTER : Windows Clustering

CMD : Start a new CMD shell

COLOR : Mengubah warna dari jendela CMD

COMP : Membandingkan isi dari dua file atau set file

COMPACT : Compress file atau folder pada partisi NTFS

Compress : Compress tunggal file pada partisi NTFS

CON2PRT : Menghubungkan atau memutuskan sambungan dengan Printer

CONVERT : Konversi FAT ke drive NTFS

COPY : Menyalin satu atau lebih file ke lokasi lain

CSCcmd : clien-side caching (Offline Files)

CSVDE : Impor atau Ekspor Active Directory data

D
DATE : Display atau mengatur tanggal

Defrag : Defragment hard drive

DEL : Menghapus satu atau lebih file

DELPROF : Hapus profil pengguna NT

DELTREE : Menghapus folder dan semua subfolder

DevCon : Device Manager Command Line Utility

DIR : Menampilkan daftar file dan folder

DIRUSE : Tampilkan penggunaan disk

DISKCOMP : Bandingkan isi dua floppy disk

Diskcopy : Salin isi dari satu disket ke yang lain

DISKPART : Disk Administrasi

DNSSTAT : DNS Statistik

DOSKEY : Edit baris perintah, ingat perintah, dan membuat macro

DSADD : Tambah User (komputer, group ..) ke direktori aktif

DSQUERY : Daftar item dalam direktori aktif

DSMOD : Ubah user (computer, group ..) di direktori aktif

DSRM : Hapus item dari Active Directory

E
ECHO : Menampilkan pesan di layer

ENDLOCAL : Akhir localisation perubahan lingkungan dalam file batch

ERASE : Menghapus satu atau lebih file

EVENTCREATE : Tambahkan pesan ke Windows event log

EXIT : Keluar dari skrip arus / rutin dan menetapkan errorlevel

EXPAND : uncompress file

Ekstrak : uncompress file CAB

F
FC : Bandingkan dua file

FIND : Mencari string teks dalam sebuah file

FINDSTR : Cari string dalam file

FOR / F : pengulangan perintah terhadap satu set file

FOR / F : pengulangan perintah terhadap hasil perintah lain

FOR : pengulangan perintah terhadap semua options Files, Directory, List

FORFILES : Proses Batch beberapa file

FORMAT : Format disk

FREEDISK : Periksa free disk space/disk yang tersisa (dalam bytes)

FSUTIL : File dan Volume utilitas

FTP : File Transfer Protocol

FTYPE : Tampilkan atau memodifikasi jenis file yang digunakan dalam asosiasi ekstensi file

G
GLOBAL : Display keanggotaan kelompok global

GOTO : Direct a batch program untuk melompat ke baris berlabel

GPUPDATE : Update pengaturan Kebijakan Grup

H
HELP : Online Help

I
ICACLS : Ubah file dan folder permissions

IF : kondisional melakukan perintah

IFMEMBER : Apakah pengguna saat ini dalam sebuah NT Workgroup

IPCONFIG : Configure IP

K
KILL : Remove program dari memori

L
LABEL : Edit disk label

LOCAL : Display keanggotaan kelompok-kelompok local

LOGEVENT : Menulis teks ke NT event viewer

Logoff : user log off

LOGTIME : log tanggal dan waktu dalam file

M
MAPISEND : Kirim email dari baris perintah

MBSAcli : Baseline Security Analyzer

MEM : Display penggunaan memori

MD : Buat folder baru

MKLINK : Buat link simbolik (linkd)

MODE : Mengkonfigurasi perangkat system

MORE : Display output, satu layar pada satu waktu

MOUNTVOL : mengelola volume mount point

MOVE : Pindahkan file dari satu folder ke yang lain

MOVEUSER : Pindahkan pengguna dari satu domain ke domain lainnya

MSG : mengirim pesan atau message

MSIEXEC : Microsoft Windows Installer

MSINFO : Windows NT diagnostics

MSTSC : Terminal Server Connection (Remote Desktop Protocol)

MUNGE : Cari dan Ganti teks dalam file (s)

MV : Copy in-menggunakan file

N
NET : Kelola sumber daya jaringan

NETDOM : Domain Manager

Netsh : Configure Network Interfaces, Windows Firewall & Remote akses

NETSVC : Command-line Service Controller

NBTSTAT : Tampilkan statistik jaringan (NetBIOS over TCP / IP)

NETSTAT : Display networking statistics (TCP / IP)

NOW : Tampilan saat ini Tanggal dan Waktu

NSLOOKUP : Nama server lookup

NTBACKUP : Backup folder ke tape

NTRIGHTS : Edit hak user account

P
PATH : Menampilkan atau menetapkan path pencarian untuk file executable

PATHPING : jejak jalur jaringan ditambah paket latensi dan kerugian

PAUSE : memenjarakan(suspend) pengolahan file batch dan menampilkan pesan

perms : Tampilkan izin untuk pengguna

PERFMON : Kinerja Monitor

PING : Menguji koneksi jaringan

POPD : Mengembalikan nilai sebelumnya dari direktori sekarang yang disimpan oleh PUSHD

PORTQRY : Tampilan status ports dan services

Powercfg : Mengkonfigurasi pengaturan daya

PRINT : Mencetak file teks

PRNCNFG : Display, mengkonfigurasi atau mengubah nama printer

PRNMNGR : Tambah, menghapus, daftar printer menetapkan printer default

PROMPT : Mengubah command prompt

PsExec : Proses Execute jarak jauh

PsFile : menampilkan file dibuka dari jarak jauh (remote)

PsGetSid : Menampilkan SID sebuah komputer atau pengguna

PsInfo : Daftar informasi tentang system

PsKill : proses mematikan berdasarkan nama atau ID proses

PsList : Daftar informasi rinci tentang proses-proses

PsLoggedOn : siapa saja yang log on (lokal atau melalui resource sharing)

PsLogList : catatan kejadian log

PsPasswd : Ubah sandi account

PsService : Melihat dan mengatur layanan

PsShutdown : Shutdown atau reboot computer

PsSuspend : proses Suspend

PUSHD : Simpan dan kemudian mengubah direktori sekarang

Q
QGREP : Cari file(s) untuk baris yang cocok dengan pola tertentu

R
RASDIAL : Mengelola koneksi RAS

RASPHONE : Mengelola koneksi RAS

Recover : perbaikan file yang rusak dari disk yang rusak

REG : Registry = Read, Set, Export, Hapus kunci dan nilai-nilai

REGEDIT : Impor atau ekspor pengaturan registry

Regsvr32 : Register atau unregister sebuah DLL

REGINI : Ubah Registry Permissions

REM : Record comments (komentar) di sebuah file batch

REN : Mengubah nama file atau file

REPLACE : Ganti atau memperbarui satu file dengan yang lain

RD : Hapus folder (s)

RMTSHARE : Share folder atau printer

Robocopy : Copy File dan Folder secara sempurna

RUTE : Memanipulasi tabel routing jaringan

RUNAS : Jalankan program di bawah account pengguna yang berbeda

RUNDLL32 : Jalankan perintah DLL (add / remove print connections)

S
SC : Control Layanan

SCHTASKS : Jadwal perintah untuk dijalankan pada waktu tertentu

SCLIST : Tampilkan Layanan NT

SET : Display, set, atau menghapus variabel environment

SETLOCAL : Pengendalian environment visibilitas variable

SETX : Set variabel environment secara permanent

SFC : Pemeriksa Berkas Sistem

SHARE : Daftar atau mengedit file share atau share print

SHIFT : Shift posisi digantikan parameter dalam sebuah file batch

SHORTCUT : jendela Buat shortcut (. LNK file)

SHOWGRPS : Daftar NT Workgroups seorang pengguna telah bergabung

SHOWMBRS : Daftar Pengguna yang menjadi anggota dari sebuah Workgroup

SHUTDOWN : Shutdown computer

SLEEP : Tunggu untuk x detik

SLMGR : Software Licensing Management (Vista/2008)

SOON : Jadwal perintah untuk menjalankan dalam waktu dekat

SORT : Sort input

START : memulai sebuah program atau perintah dalam jendela terpisah

SU : Switch User

SUBINACL : Edit file dan folder Permissions, Kepemilikan dan Domain

SUBST : Associate jalan dengan huruf drive

Systeminfo : Daftar konfigurasi system

T
TASKLIST : Daftar menjalankan aplikasi dan services

TASKKILL : Hapus proses yang berjalan dari memori

TIME : Menampilkan atau mengatur waktu system

TIMEOUT : penundaan pemrosesan dari sebuah batch file

TITLE : Mengatur judul window untuk sesi cmd.exe

TLIST : daftar tugas dengan path lengkap

TOUCH : mengganti file timestamps

Tracert : Trace route ke sebuah remote host

TREE : tampilan grafis struktur folder

TYPE : Menampilkan isi dari file teks

U
USRSTAT : Daftar domain nama pengguna dan terakhir login

V
VER : Tampilkan versi informasi

VERIFY : Pastikan bahwa file sudah disimpan

VOL : Menampilkan sebuah label disk

W
WHERE : Menempatkan dan menampilkan file dalam sebuah pohon direktori

WHOAMI : Output UserName saat ini dan manajemen domain

WINDIFF : Bandingkan isi dua file atau set file

WINMSD : Sistem Windows diagnostic

WINMSDP : Sistem Windows diagnostik II

WMIC : Perintah WMI

X
XCACLS : Ubah file dan folder permissions

XCOPY : Menyalin file dan folder

Itulah perintah - perintah pada CMD, silahkan dicoba semoga bermanfaat 🌝

Individu, Keluarga dan Masyarakat

Individu, Keluarga, Dan Masyarakat
Sebelumnya pernah tidak terpikirkan dibenak kita apa itu Individu, apa itu keluarga dan apa itu Masyarakat. Mungkin kita tahu arti dari ketiga kata itu tapi apakah kita tahu makna di dalamnya dan penjelasan lebih rinci tentang itu, disini saya akan membahas tentang Individu, Keluarga dan Masyarakat supaya kita tidak hanya tahu tapi lebih tahu lagi....

1. INDIVIDU

Individu berasal dari kata latin "individuum" yang artinya tidak terbagi. Individu menekankan penyelidikan kepada kenyataan-kenyataan hidup yang istimewa dan seberapa mempengaruhi kehidupan manusia (Abu Ahmadi, 1991: 23). Individu bukan berarti manusia sebagai suatu keseluruhan yang tidak dapat dibagi, melainkan sebagi kesatuan yang terbatas, yaitu sebagai manusia perseorangan.
Individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan khas di dalam lingkungan sosialnya, melainkan juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku spesifik dirinya. Terdapat tiga aspek yang melekat sebagai persepsi terhadap individu, yaitu aspek organik jasmaniah, aspek psikis-rohaniah, dan aspek-sosial yang bila terjadi kegoncangan pada suatu aspek akan membawa akibat pada aspek yang lainnya. Individu dalam tingkah laku menurut pola pribadinya ada 3 kemungkinan: pertama menyimpang dari norma kolektif kehilangan individualitasnya, kedua takluk terhadap kolektif, dan ketiga memengaruhi masyarakat (Hartomo, 2004: 64).
Individu tidak akan jelas identitasnya tanpa adanya suatu masyrakat yang menjadi latar belakang keberadaanya. Individu berusaha mengambil jarak dan memproses dirinya untuk membentuk perilakunya yang selaras dengan keadaan dan kebiasaan yang sesuai dengan perilaku yang telah ada pada dirinya.
Manusia sebagai individu salalu berada di tengah-tengah kelompok individu yang sekaligus mematangkannya untuk menjadi pribadi yang prosesnya memerlukan lingkungan yang dapat membentuknya pribadinya. Namun tidak semua lingkungan menjadi faktor pendukung pembentukan pribadi tetapi ada kalanya menjadi penghambat proses pembentukan pribadi.
Pengaruh lingkungan masyarakat terhadap individu dan khususnya terhadap pembentukan individualitasnya adalah besar, namun sebaliknya individu pun berkemampuan untuk mempengaruhi masyarakat. Kemampuan individu merupakan hal yang utama dalam hubungannya dengan manusia.


PERTUMBUHAN 
Menurut aliran psikologi gestalt pertumbuhan adalah proses diferensiasi. Dalam proses diferensiasi yang pokok adalah keseluruhan sedang bagian-bagian hanya mempunyai arti sebagai bagian dari keselurhan dalam hubungan fungsional dengan bagian-bagian yang lain. Jadi menurut proses ini keselurhan yang lebih dahulu ada, baru kemudian menyusul bagian-bagiannya. Dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan ini adalah proses perubahan secara perlahan-lahan pada manusia dalam mengenal suatu yangsemula mengenal sesuatu secara keseluruhan baru kemudian mengenal bagian-bagian dari lingkungan yang ada.
Konsep aliran sosiologi tentang pertumbuhan menganggap pertumbuhan itu adalah proses sosialisasi yaitu proses perubahan dari sifat mula-mula yang asosial atau juga sosial kemudian tahap demi tahap disosialisasikan.


Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Individu

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan individu, yaitu :
1)      Faktor Biologis
Semua manusia normal dan sehat pasti memiliki anggota tubuh yang utuh seperti kepala, tangan , kaki dan lainya. Hal ini dapat menjelaskan bahwa beberapa persamaan dalam kepribadian dan perilaku. Namun ada warisan biologis yang bersifat khusus. Artinya, setiap individu tidak semua ada yang memiliki karakteristik fisik yang sama.
2)      Faktor Geografis
Setiap lingkungan fisik yang baik akan membawa kebaikan pula pada penghuninya. Sehingga menyebabkan hubungan antar individu bisa berjalan dengan baik dan mencimbulkan kepribadian setiap individu yang baik juga. Namun jika lingkungan fisiknya kurang baik dan tidak adanya hubungan baik dengan individu yang lain, maka akan tercipta suatu keadaan yang tidak baik pula.
3)      Faktor Kebudayaan Khusus
Perbedaan kebuadayaan dapat mempengaruhi kepribadian anggotanya. Namun, tidak berarti semua individu yang ada didalam masyarakat yang memiliki kebudayaan yang sama juga memiliki kepribadian yang sama juga.
Dari semua faktor-faktor  di atas dan pengaruh dari lingkungan sekitar seperti keluarga dan masyarakat maka akan memberikan pertumbuhan bagi suatu individu. Seiring berjalannya waktu, maka terbentuklah individu yang sesuai dan dapat menyesuaikan dengan lingkungan sekitar.



2. KELUARGA

Keluarga adalah sekelompok orang yang mendiami sebagian atau seluruh bangunan yang tinggal bersama dan makan dari satu dapur yang tidak terbatas pada orang-orang yang mempunyai hubungan darah saja, atau seseorang yang mendiami sebagian atau seluruh bangunan yang mengurus keperluan hidupnya sendiri.
Keluarga berasal dari bahasa Sansekerta: kula dan warga "kulawarga" yang berarti "anggota" "kelompok kerabat". Keluarga adalah lingkungan di mana beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah, bersatu. Keluarga inti "nuclear family" terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anak mereka.


Pengertian Keluarga
  • Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.(Menurut Departemen Kesehatan RI 1998).
  • Kumpulan beberapa orang yang karena terikat oleh satu turunan lalu mengerti dan merasa berdiri sebagai satu gabungan yang hakiki,esensial, enak dan berkehendak bersama-sama memperteguh gabungan itu untuk memuliakan masing-masing anggotanya. (Ki Hajar Dewantara).
  • Keluarga adalah dua atau lebih dari dua individu yang tergabung karena hubungan darah, hubungan perkawinan atau pengangkatan dan mereka hidupnya dalam suatu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain dan didalam perannya masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan suatu kebudayaan.(Menurut Salvicion dan Ara Celis).  
Dari pengertian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa keluarga adalah :
  •   Unit terkecil dari masyarakat.
  •   Terdiri atas 2 orang atau lebih.
  •   Adanya ikatan perkawinan atau pertalian darah.
  •   Hidup dalam satu rumah tangga.
  •   Di bawah asuhan seseorang kepala rumah tangga.
  •   Berinteraksi diantara sesama anggota keluarga.
  •   Setiap anggota keluarga mempunyai peran masing-masing.
  •   Diciptakan, mempertahankan suatu kebudayaan.
Berbagai peranan yang terdapat di dalam keluarga adalah sebagai berikut : 
  1. Peranan Ayah : Ayah sebagai suami dari istri dan anak-anak, berperan sebagai pencari nafkah, pendidik, pelindung dan pemberi rasa aman, sebagai kepala keluarga, sebagai anggota dari kelompok sosialnya serta sebagai anggota dari kelompok sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya. 
  2. Peranan Ibu : Sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya, ibu mempunyai peranan untuk mengurus rumah tangga, sebagai pengasuh dan pendidik anak-anaknya, pelindung dan sebagai salah satu kelompok dari peranan sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya, disamping itu juga ibu dapat berperan sebagai pencari nafkah tambahan dalam keluarganya. 
  3. Peran Anak : Anak-anak melaksanakan peranan psikosial sesuai dengan tingkat perkembangannya baik fisik, mental, sosial, dan spiritual.

Tugas-tugas Keluarga 

Pada dasarnya tugas keluarga ada delapan tugas pokok sebagai berikut :
  1. Pemeliharaan fisik keluarga dan para anggotanya. 
  2. Pemeliharaan sumber-sumber daya yang ada dalam keluarga.
  3. Pembagian tugas masing-masing anggotanya sesuai dengan kedudukannya masing-masing. 
  4. Sosialisasi antar anggota keluarga. 
  5. Pengaturan jumlah anggota keluarga.
  6. Pemeliharaan ketertiban anggota keluarga. 
  7. Penempatan anggota-anggota keluarga dalam masyarakat yang lebih luas. 
  8. Membangkitkan dorongan dan semangat para anggotanya.


Fungsi Keluarga 
Ada beberapa fungsi yang dapat dijalankan keluarga, sebagai berikut :
  • Fungsi Pendidikan. Dalam hal ini tugas keluarga adalah mendidik dan menyekolahkan anak untuk mempersiapkan kedewasaan dan masa depan anak bila kelak dewasa.
  • Fungsi Sosialisasi anak. Tugas keluarga dalam menjalankan fungsi ini adalah bagaimana keluarga mempersiapkan anak menjadi anggota masyarakat yang baik.
  • Fungsi Perlindungan. Tugas keluarga dalam hal ini adalah melindungi anak dari tindakan-tindakan yang tidak baik sehingga anggota keluarga merasa terlindung dan merasa aman.
  • Fungsi Perasaan. Tugas keluarga dalam hal ini adalah menjaga secara instuitif merasakan perasaan dan suasana anak dan anggota yang lain dalam berkomunikasi dan berinteraksi antar sesama anggota keluarga. Sehingga saling pengertian satu sama lain dalam menumbuhkan keharmonisan dalam keluarga.
  • Fungsi Religius. Tugas keluarga dalam fungsi ini adalah memperkenalkan dan mengajak anak dan anggota keluarga yang lain dalam kehidupan beragama, dan tugas kepala keluarga untuk menanamkan keyakinan bahwa ada keyakinan lain yang mengatur kehidupan ini dan ada kehidupan lain setelah di dunia ini.
  • Fungsi Ekonomis. Tugas kepala keluarga dalam hal ini adalah mencari sumber-sumber kehidupan dalam memenuhi fungsi-fungsi keluarga yang lain, kepala keluarga bekerja untuk mencari penghasilan, mengatur penghasilan itu, sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi rkebutuhan-kebutuhan keluarga.
  • Fungsi Rekreatif. Tugas keluarga dalam fungsi rekreasi ini tidak harus selalu pergi ke tempat rekreasi, tetapi yang penting bagaimana menciptakan suasana yang menyenangkan dalam keluarga sehingga dapat dilakukan di rumah dengan cara nonton TV bersama, bercerita tentang pengalaman masing-masing, dsb.
  • Fungsi Biologis. Tugas keluarga yang utama dalam hal ini adalah untuk meneruskan keturunan sebagai generasi penerus.
  • Memberikan kasih sayang,perhatian,dan rasa aman diaantara keluarga, serta membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga.


 3. MASYARAKAT

Dalam bahasa inggris, masyarakat disebut society. Asal kata socius yang berarti kawan. Adapun kata masyarakat berasal dari bahasa arab yang berarti berkumpul dan bekerja sama. Adanya saling berkumpul dan bekerjasama ini karena adanya bentuk-bentuk aturan hidup yang bukan disebabkan oleh manusia sebagai perseorangan, melainkan oleh kekuatan lain dalam lingkungan sosial yang merupakan kesatuan. Dengan menggunakan pikiran, naluri, perasaan, keinginan dsb manusia memberi reaksi dan melakukan interaksi dengan lingkungannya. Pola interaksi sosial dihasilkan oleh hubungan dalm suatu masyarakat.
Berikut dibawah ini adalah beberapa pengertian masyarakat dari beberapa ahli sosiologi :
  • Menurut Munandar Soelaeman masyarakat merupakan kesatuan sosial yang mempunyai ikatan-ikatan kasih sayang yang erat. Kesatuan sosial mempunyai kehidupan jiwa seperti adanya ungkapan jiwa rakyat, kehendak rakyat, kesadaran masyarakat, dsb.
  • Menurut Karl Marx masyarakat adalah suatu struktur yang menderita suatu ketegangan organisasi atau perkembangan akibat adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yang terbagi secara ekonomi.
  • Menurut Emile Durkheim masyarakat merupakan suatu kenyataan objektif pribadi-pribadi yang merupakan anggotanya.
  • Menurut Paul B. Horton & C. Hunt masyarakat merupakan kumpulan manusia yang relatif mandiri, hidup bersama-sama dalam waktu yang cukup lama, tinggal di suatu wilayah tertentu, mempunyai kebudayaan sama serta melakukan sebagian besar kegiatan di dalam kelompok atau kumpulan manusia tersebut.
Dari pengertian di atas dapat disimpulkan masyarakat adalah :
  • Kumpulan sekian banyak individu yang terikat oleh satuan adat, hukum dan kehidupan bersama.
  • Kesatuan sosial yang mempunyai hubungan erat.
  • Kumpulan individu-individu yang mandiri dan hidup berdampingan dalam waktu yang cukup lama.

4. Individu, Keluarga dan Masyarakat

A. Pengertian Keluarga
Keluarga adalah suatu kelompok yang terdiri dari beberapa individu yang terikat dengan adanya hubungan perkawinan atau darah. Keluarga yang terdiri dari Ayah, Ibu dan Anak biasanya disebut dengan keluarga inti. Keluarga ini memiliki fungsi dimana individu - individu itu pada dasarnya dapat menikmati bantuan utama dari sesamanya serta keamanan dalam hidupnya.

Namun keluarga tidak hanya terdiri dari ayah, ibu dan anak akan tetapi orang yang hidup serumah bisa saja disebut keluarga dengan ada atau tidaknya hubungan darah.

B. Pengertian Masyarakat
Menurut Znaniecki mengatakan bahwa masyarakat merupakan suatu sistem yang meliputi unit biofisik para individu yang bertempat tinggal pada suatu daerah geografis tertentu selama periiode waktu tertentu dari suatu generasi. Dalam sosiology suatu masyarakat dibentuk hanya dalam kesejajaran kedudukan yang diterapkan dalam suatu organisasi. (F Znaniecki, 1950, p. 145).
Masyarakat merupakan sekelompok individu yang mempunyai hubungan, memiliki kepentingan bersama, dan Budaya. Menurut Koentjaraningrat masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu system adat istiadat tertentu yang bersifat kontinu, dan yang terikat oleh suatu rasa identitas bersama.  Dalam arti sempit atau arti kata masyarakat berasal dari kata bahasa Arab "syaraka" berarti ikut serta atau berpartisipasi.
Dalam perkembangan dan pertumbuhannya masyarakat dapat digolongkan menjadi :
  1. Masyarakat sederhana. Dalam lingkungan masyarakat sederhana (primitive) pola pembagian kerja cenderung dibedakan menurut jenis kelamin. Pembagian kerja berdasarkan jenis kelamin, nampaknya berpangkal tolak dari latar belakang adanya kelemahan dan kemampuan fisik antara seorang wanita dan pria dalam menghadapi tantangan-tantangan alam yagn buas saat itu.
  2. Masyarakat Maju. Masyarakat maju memiliki aneka ragam kelomok sosial, atau lebih dikenal dengan sebuatan kelompok organisasi kemasyarakatan yang tumbuh dan berkembang berdasarkan kebutuhan serta tujuan tertentu yang akan dicapai.
C. Kelompok Masyarakat Non Industry dan Masyarakat Industri
  1. Masyarakat non industry 
Terbagi menjadi dua kelompok :
  •       Kelompok Primer
Dalam kelompok primer, interaksi antar anggota terjalin lebih intensif, lebih erat, lebih akrab. Biasa disebut juga dengan kelompok "face to face group", sebab para anggota kelompok sering berdialog, bertatap muka, karena itu saling mengenal lebih dekat, lebih akrab.
  • Kelompok sekunder
Antara anggota kelompok sekunder, terpaut saling hubungan tak langsung, formal, juga kurang bersifat kekeluargaan. Oleh sebab itu, sifat interaksi, pembagian kerja, pembagian kerja antaranggota kelompok diluar atas dasar pertimbangan-pertimbangan rasional, Obyektif.

2. Masyarakat Industri
 
Durkheim mempergunakan variasi pembagian kerja sebagai dasar untuk mengklarifikasikan masyarakat, sesuai dengan taraf perkembangannya, tetapi ia lebih cenderung memergunakan dua taraf klarifikasi, yaitu sederhana dan yang kompleks. Masyarakat yang berada di antara keduanya diabaikan (Soerjono Soekanto, 1982:190).
Jika pembagian kerja bertambah kompleks, suatu tanda bahwa kapasitas masyarakat bertambah tinggi. Solidaritas didasarkan pada hubungan saling ketergantungan antara kelompok-kelompok masyarakat yang telah mengenal pengkhususan.
Otonomi sejenis juga menjadi ciri-ciri dari bagian/ kelompok-kelompok masyarakat industri dan diartikan dengan kepandaian/keahlian khusus yang dimiliki seseorang secara mandiri, sampai pada batas-batas tertentu.
Laju pertumbuhan industri-industri berakibat memisahkan pekerja dengan majikan menjadi nyata dan timbul konflik-konflik yang tak terhindarkan, kaum pekerja membuat serikat-serikat kerja/serikat buruh yang diawali perjuangan untuk memperbaiki kondisi kerja dan upah. Terlebih setelah kaum industrialis mengganti tenaga manusia dengan mesin.


5. HAK DAN KEWAJIBAN INDIVIDU DALAM MASYARAKAT


Hak ialah suatu yang merupakan milik atau dapat dimiliki oleh seseorang sebagai manusia. Hak ini dapat dipenuhi dengan memenuhinya atau dapat juga hilang seandainya pihak yang berhak merasa rela apabila haknya tidak dipenuhi.
Kewajiban ialah hal-hal yang wajib dilakukan atau diadakan oleh seorang dari luar dirinya untuk memenuhi hak dari pihak yang lain.Yang dapat menentukan individu memiliki hak dan kewajiban adalah norma yang dianut, adat istiadat yang mentradisi dan agama yang diyakini.
Ada dua bentuk hak yang sangat mendasar, yang dapat dimiliki oleh individu :
  1. Hak asasi yang bersifat natural, seperti hak untuk hidup, hak untuk merdeka, hak untuk mendapatkan kehormatan. Hak-hak tersebut yang menyebabkan manusia memperoleh kebebasan pada kurun waktu yang panjang.
  2. Hak asasi yang bersifat umum, yaitu hak persamaan. Diperlukan seorang individu dalam kedudukannya sebagai individu dalm suatu masyarakat. Dalam hak persamaan tidak terdapat sifat diskriminasi golongan, jenis, bahasa, agama, pandangan politik, asal negara, tingkat sosial, kelahiran.
Adapun kewajiban individu didalam masyarakat adalah melaksanakan apa yang menjadi kewajibannya dengan cara menghormati hak-hak masyarakat. Jika seseorang memiliki hak untuk dihargai, dirinya juga harus menghargai orang lain. Jika seseorang memiliki hak untuk hidup tenang, dirinya juga harus menjaga ketenangan, demikian seterusnya.



6. HUBUNGAN INDIVIDU, KELUARGA DAN MASYARAKAT


  1. Makna Individu
Manusia sebagai makhluk individu mengalami kegembiraan atau kecewa akan terpaut dengan jiwa raganya. Tidak hanya dengan mata, telinga, tangan, kemauan, dan perasaan saja. Dalam kegembiraan manusia dapat mengagumi dan merasakan suatu keindahan, karena ia mempunyai rasa keindahan, rasa estetis dalam individunya.
      2. Makna Masyarakat
Makna masyarakat termasuk juga dengan pengertian dari masyarakat tersebut yaitu  merupakan istilah yang digunakan untuk menerangkan komuniti manusia yang tinggal bersama-sama. Boleh juga dikatakan masyarakat itu merupakan jaringan perhubungan antara pelbagai individu. Dari segi pelaksanaan, ia bermaksud sesuatu yang dibuat - atau tidak dibuat - oleh kumpulan orang itu. Masyarakat merupakan subjek utama dalam pengkajian sains sosial.
      3. Makna Keluarga
Makna keluarga termasuk juga dengan pengertian keluarga yg saya ketahui seperti betikut yang terdiri dari Ayah, ibu dan anak serta bebarapa orang lain yang masih terikat dalam hubungan darah dan saling ketergantungan atau membutuhkan satu sama lain.
       4. Hubungan antara individu, keluarga dan masyarakat
Aspek individu, keluarga, masyarakat dan kebudayaan adalah aspek-aspek sosial yang tidak bisa dipisahkan. Keempatnya mempunyai keterkaitan yang sangat erat. Tidak akan pernah ada keluarga, masyarakat maupun kebudayaan apabila tidak ada individu. Sementara di pihak lain untuk mengembangkan eksistensinya sebagai manusia, maka individu membutuhkan keluarga dan masyarakat, yaitu media di mana individu dapat mengekspresikan aspek sosialnya. Di samping itu, individu juga membutuhkan kebudayaan yakni wahana bagi individu untuk mengembangkan dan mencapai potensinya sebagai manusia.
Individu barulah dikatakan sebagai individu apabila pada perilakunya yang khas dirinya itu diproyeksikan pada suatu lingkungan sosial yang disebut masyarakat. Satuan-satuan lingkungan sosial yang mengelilingi individu terdiri dari keluarga, lembaga, komunitas dan masyarakat.
1. Hubungan individu dengan keluarga
Individu memiliki hubungan yang erat dengan keluarga, yaitu dengan ayah, ibu, kakek, nenek, paman, bibi, kakak, dan adik. Hubungan ini dapat dilandasi oleh nilai, norma dan aturan yang melekat pada keluarga yang bersangkutan. 
Dengan adanya hubungan keluarga ini, individu pada akhirnya memiliki hak dan kewajiban yang melekat pada dirinya dalam keluarga.

2. Hubungan individu dengan lembaga
Lembaga diartikan sebagai sekumpulan norma yang secara terus-menerus dilakukan oleh manusia karena norma-norma itu memberikan keuntungan bagi mereka.
Individu memiliki hubungan yang saling mempengaruhi dengan lembaga yang ada disekelilingnya. Lingkungan pekerjaan dapat membentuk individu dalam membentuk kepribadian. Keindividuan dalam lingkungan pekerjaan dapat berperan sebagai direktur, ketua dan sebagainya. Jika individu bekerja, ia akan dipengaruhi oleh lingkungan pekerjaannya.
3. Hubungan individu dengan komunitas
Komunitas dapat diartikan sebagai satuan kebersamaan hidup sejumlah orang banyak yang memiliki teritorial terbatas, memiliki kesamaan terhadap menyukai sesuatu hal dan keorganisasian tata kehidupan bersama.
Komunitas mencakup individu, keluarga dan lembaga yang saling berhubungan secara independen.
4. Hubungan individu dengan masyarakat
Hubungan individu dengan masyarakat terletak dalam sikap saling menjungjung hak dan kewajiban manusia sebagai individu dan manusia sebagai makhluk sosial. Mana yang menjadi hak individu dan hak masyarakat hendaknya diketahui dengan mendahulukan hak masyarakat daripada hak individu. Gotong royong adalah hak masyarakat, sedangkan rekreasi dengan keluarga, hiburan, shopping adalah hak individu yang semestinya lebih mengutamakan hak masyarakat. 


7. URBANISASI


Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota. Urbanisasi adalah masalah yang cukup serius bagi kita semua. Persebaran penduduk yang tidak merata antara desa dengan kota akan menimbulkan berbagai permasalahan kehidupan sosial kemasyarakatan. Jumlah peningkatan penduduk kota yang signifikan tanpa didukung dan diimbangi dengan jumlah lapangan pekerjaan, fasilitas umum, aparat penegak hukum, perumahan, penyediaan pangan, dan lain sebagainya tentu adalah suatu masalah yang harus segera dicarikan jalan keluarnya.

Berbeda dengan perspektif ilmu kependudukan, definisi Urbanisasi berarti persentase penduduk yang tinggal di daerah perkotaan. Perpindahan manusia dari desa ke kota hanya salah satu penyebab urbanisasi. perpindahan itu sendiri dikategorikan 2 macam, yakni: Migrasi Penduduk dan Mobilitas Penduduk. Migrasi penduduk adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota yang bertujuan untuk tinggal menetap di kota. Sedangkan Mobilitas Penduduk berarti perpindahan penduduk yang hanya bersifat sementara saja atau tidak menetap.
Untuk mendapatkan suatu niat untuk hijrah atau pergi ke kota dari desa, seseorang biasanya harus mendapatkan pengaruh yang kuat dalam bentuk ajakan, informasi media massa, impian pribadi, terdesak kebutuhan ekonomi, dan lain sebagainya. 
Pengaruh-pengaruh tersebut bisa dalam bentuk sesuatu yang mendorong, memaksa atau faktor pendorong seseorang untuk urbanisasi, maupun dalam bentuk yang menarik perhatian atau faktor penarik. Di bawah ini adalah beberapa atau sebagian contoh yang pada dasarnya dapat menggerakkan seseorang untuk melakukan urbanisasi perpindahan dari pedesaaan ke perkotaan.

A. Faktor Penarik Terjadinya Urbanisasi
  1. Kehidupan kota yang lebih modern
  2. Sarana dan prasarana kota lebih lengkap
  3. Banyak lapangan pekerjaan di kota
  4. Pendidikan sekolah dan perguruan tinggi lebih baik dan berkualitas
B. Faktor Pendorong Terjadinya Urbanisasi
  1. Lahan pertanian semakin sempit
  2. Merasa tidak cocok dengan budaya tempat asalnya
  3. Menganggur karena tidak banyak lapangan pekerjaan di desa
  4. Terbatasnya sarana dan prasarana di desa
  5. Diusir dari desa asal
  6. Memiliki impian kuat menjadi orang kaya
C. Keuntungan Urbanisasi
  1. Memoderenisasikan warga desa
  2. Menambah pengetahuan warga desa
  3. Menjalin kerja sama yang baik antarwarga suatu daerah
  4. Mengimbangi masyarakat kota dengan masyarakat desa
D. Akibat urbanisasi
  1. Terbentuknya suburb tempat-tempat pemukiman baru dipinggiran kota
  2. Makin meningkatnya tuna karya (orang-orang yang tidak mempunyai pekerjaan tetap)
  3. Masalah perumahan yg sempit dan tidak memenuhi persyaratan kesehatan
  4. Lingkungan hidup tidak sehat, timbulkan kerawanan sosial dan kriminal




KESIMPULAN

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa setiap individu, keluarga dan masyarakat memiliki relasi atau hubungan yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Hubungan yang dilandasi oleh nilai, norma dan aturan-aturan diantara komponen-komponen tersebut.
Individu tidak akan jelas identitasnya tanpa adanya suatu keluarga dan masyrakat yang menjadi latar belakang keberadaanya. Begitupun sebaliknya, individu berusaha mengambil jarak dan memproses dirinya untuk membentuk perilakunya yang selaras dengan keadaan dan kebiasaan yang sesuai dengan perilaku yang telah ada pada dirinya. Dan barulah dikatakan sebagai individu jika individu bisa membaur dengan lingkungan sosialnya yaitu masyarakat.





DAFTAR PUSTAKA

  • Wahyu, Ramdani, M.Ag.,M.Si. ISD (Ilmu Sosial Dasar). Pustaka Setia. Bandung : 2007
  • Soelaeman, M. Munandar. Ilmu Sosial Dasar Teori dan Konsep Ilmu Sosial. Refika Aditama. Bandung : 2004
  • Hermantiyoko, Neltje F. Katuk. 1997. "MKDU Ilmu Sosial Dasar". Gunadarma
  • library.gunadarma.ac.id, Pengertian masyarakat. Website: Universitas GunaDarma
  •  abyfarhan7.blogspot.com, Pengertian Individu, keluarga dan masyarakat.
  • id.wikipedia.org, Urbanisasi.
  • google.com, Web dan Image.

Penduduk, Masyarakat dan Kebudayaan

Pertumbuhan penduduk yang makin cepat, mendorong pertumbuhan aspek – aspek kehidupan yang meliputi aspek sosial, ekonomi, politik, kebudayaan, dan sebagiannya. Dengan adanya pertumbuhan aspek – aspek kehidupan tersebut, maka bertambahlah sistem mata pencaharian hidup dari homogen menjadi kompleks.
Berbeda dengan mahluk lain, manusia mempunyai kelebihan dalam kehidupannya. Manusia dapat memanfaatkan dan mengebangkan akal budinya.
Pemanfaatan dan pengembangan akal budi telah terungkap pada perkembangan kebudayaan, baik kebudayaan rohaniah maupun kebudayaan kebendaan.
Akibat dari perkembangan kebudayaan ini, telah mengubah cara berfikir manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.


 
Pertumbuhan Penduduk 

Pertumbuhan penduduk merupakan salah satu faktor yang penting dalam masalah sosial ekonomi umumnya dan masalah penduduk khususnya. Karena disamping berpengaruh terhadap jumlah dan komposisi penduduk juga akan berpengaruh terhadap kondisi sosial ekonomi suatu daerah atau negara bahkan dunia.
Misal : dengan bertambahnya penduduk berarti pula harus bertambah pula persediaan bahan makanan, perumahan, kesempatan kerja, jumlah gedung sekolah, dan sebagainya.
Di samping itu apabila pertambahan penduduk tidak dapat di imbangi dengan pertambahan fasilitas diatas akan menimbulkan masalah – masalah.
Misalnya akan bertambah tingginya angka pengangguran, semakin meningkatnya angka kemiskinan, banyak anak usia sekolah yang tidak tertampung serta timbulnya berbagai kejahatan atau kriminalitas lainnya.


Adapun perkembangan jumlah penduduk dunia sejak tahun 1830 sampai sekarang dan perkiraan sampai tahun 2006 adalah sebagai berikut :


Perkembangan Penduduk Dunia
Tahun 1830 – 2006

Tahun
Jumlah Penduduk
Perkembangan Pertahun
1830
1 Milyard
-
1930
2 Milyard
1 %
1960
3 Milyard
1.7 %
1975
4 Milyard
2.2 %
1987
5 Milyard
2 %
1996
6 Milyard
2 %
2006
7 Milyard
2 %
 Sumber : Iskandar N, Does Sampurno Masalah Pertambahan Penduduk di Indonesia.

Kalau dilihat dari tabel diatas pertumbuhan penduduk makin cepat, Penggadaan penduduk (double population) jangka waktunya makin singkat, Bertambah cepatnya penggadaan penduduk tersebut dapat dilihat pada tabel berikut :


Penggandaan Penduduk Dunia
 
Tahun Penggandaan
Perkiraan Penduduk Dunia
Waktu
800 SM
5 Juta
-
1650 tahun
500 Juta
1500
1830 tahun
1 Milyard
180
1930 tahun
2 Milyard
100
1975 tahun
4 Milyard
455
 Sumber : Ehrlich, Paul, R, et al, Human Ecology W.H. Freeman and Co San Franscisco.

Waktu penggandaan penduduk dunia selanjutnya diperikirakan 35 tahun. Penambahan / pertambahan penduduk di suatu daerah atau negara pada dasarnya dipengaruhi oleh faktor – faktor demografi sebagai berikut :
1. Kematian (Mortalitas)
2. Kelahiran (Fertilitas)
3. Migrasi

Di dalam pengukuran demografi ketiga faktor tersebut diukur dengan tingkat/rate. Tingkat/rate ialah kejadian dari peristiwa yang menyatukan dalam bentuk perbandingan. Biasanya perbandingan ini di nyatakan dalam tiap 1000 penduduk.
1.  Kematian
     ada beberapa tingkat kematian. Akan tetapi di sini hanya dijelaskan dua jenis tingkat kematian saja yakni :
a. Tingkat kematian kasar (Crude Death Rate/CDR)
Tingkat kematian kasar adalah banyaknya orang yang meninggal pada suatu tahun per jumlah penduduk pertengahan tahun tersebut. Secara dinyatakan tiap 1000 orang.  Sehingga dapat dituliskan dengan rumus :
 
D = Jumlah kematian

CDR =             Jumlah kematian_______  X 1000
            Jumlah penduduk pertengahan th.

Atau :

CDR = ______D____________ K
                        Pm

Pm = jumlah penduduk per pertengahan tahun
K    = Konstanta = 1000

Jadi jumlah penduduk yang mewakili suatu tahun tertentu ialah jumlah penduduk pada bulan juni.
Penduduk pertengahan tahuun ini dapat dicari dengan rumus sebagai berikut :

1. Pm = ½ (P1 + P2)

2. Pm = P1 + (P2 – P1)
                            2
3. Pm = P2 – (P2 – P1)
                            2

Pm = jumlah penduduk pertengahan tahun.
P1 = jumlah penduduk pada awal tahun.
P2 = jumlah penduduk pada akhir tahun.


Contoh :
Jika daerah X pada tanggal 31 Desember 1980 mempunyai penduduk 550 orang dan pada tanggal 31 Desember 1981 mempunyai penduduk 650 orang. Maka penduduk pada pertengahan tahun 1981 berjumlah :

                                          ½ (550 + 650) = 600 orang

Apabila pada tahun 1981 di daerah X ada 12 orang yang meninggal dunia, maka :
         
                                          CDR = 12/600 x 1000 = 20

Jadi pada tahun 1981 di daerah X tiap 1000 penduduk terdapat kematian/jumlah yang meninggal 20 orang.

b. Tingkat Kematian Khusus (Age Specific Death Rate)
    ASDR adalah banyaknya orang yang meninggal yang dipengaruhi dan menurut umur selama satu tahun.



2. Kelahiran (Fertilitas)
Yang menyebabkan fertilitas :
a) Sulit memperoleh angka statistik lahir hidup, tidak dicatatkan dalam peristiwa kelahiran/kematian dan sering dicatatkan sebagai lahir mati.
b) Wanita mempunyai kemungkinan melahirkan dari seorang anak (tetapi meninggal hanya sekali).
c) Makin tua umur wanita tidaklah berarti kemungkinan mempunyai anak makin menurun.
d) Di dalam pengukuran fertilitas hanya melibatkan satu orang saja.

Ada dua istilah asing yang kedua-duanya diterjemahkan sebagai kesuburan :
1) Fecundity (kesuburan)
adalah lebih diartikan sebagai kemampuan biologis wanita untuk mempunyai anak.
2) Fertility (Fertilitas)
adalah jumlah kelahiran hidup dari seorang atau kelompok wanita.
                                   
a. Tingkat Kelahiran Kasar (Crude Birth Rate/CBR)
Adalah jumlah kelahiran hidup di suatu daerah pada tahun tertentu tiap 1000 penduduk pada pertengah tahun tersebut.

Rumus :
 

b. Tingkat Kelahiran Umum (General Fertility Rate / GFR)
Adalah angka yang menunjukan jml kelahiran per 1000 wanita usia produktif.

Rumus :



c. Tingkat Kelahiran Khusus (Age Specific Fertility Rate/ASFR)

Rumus : 




3. Migrasi
Migrasi merupakan akibat dari keadaan lingkungan alam yang kurang menguntungkan. Sebagai akibat dari keadaan alam yang kurang menguntungkan menimbulkan terbatasnya sumber daya yang mendukung penduduk tersebut.

Migrasi penduduk adalah perpindahan penduduk dari tempat yang satu ke tempat yang lain. Ada 2 Jenis migrasi, yaitu :
1. Migrasi Internasional dibagi menjadi tiga , yaitu :

a.      Imigrasi    = Masuknya penduduk ke suatu negara.

b.     Emigrasi   = Keluarnya penduduk ke negara lain.

c.      Remigrasi = Kembalinya penduduk ke negara.

2. Kedua , Migrasi Nasional dibagi menjadi empat , yaitu:

a.      Urbanisasi     = Dari Desa ke Kota

b.     Transmigrasi = Dari Pulau ke Pulau

c.      Ruralisasi      = Dari Kota ke Desa

d.     Evakuasi       = Dari tempat yang tidak aman ke tempat yang aman  

Langkah-langkah seseorang migran dalam menentukan keputusaannya untuk pindah ke daerah lain terlebih dahulu ini ingin mengetahui faktor-faktor :

a.      Persediaan sumber alam

b.     Lingkungan sosial budaya

c.      Potensi ekonomi

d.     Alat masa depan


Dengan mengetahui faktor-faktor tersebut setidaknya agar terhindar dari akibat negative.              



Dengan adanya rintangan maka timbul 2 proses migrasi, yaitu :

1. Migrasi Bertahap

2. Migrasi Langsung
 
Akibat dari Migrasi :
1) Urbanisasi ( migrasi dari desa ke kota ) walaupun urutannya sangat kecil, namun dapat mempengaruhi pola distribusi penduduk penduduk secara keseluruhan.

2) Migrasi interegional di Indonesia kebanyakan dilaksanakan oleh mereka yang berumur produktif dan berkreasi tinggi. Hal tersebut memungkinkan tingginya angka pertumbuhan penduduk serta tingkat laju pembangunan di luar jawa.

3) Migrasi antar negara di Indonesia adalah sangat kecil dari hasil sensus penduduk pada tahun 1971 sampai dengan 1980 migrasi masuk ( immigrasi ) hanya ada 0,16 % dan migrasi ke luar ( emigrasi ) hanya sebesar 0,57 % per tahun. Sehingga akibatnya kurang nyata terhadap distribusi penduduk Indonesia.

Untuk mengetahui pertumbuhan suatu daerah cepat atau lambat dapat juga dilihat dari bentuk piramida penduduk. Karena dengan melihat bentuk piramida penduduk akan diketahui mengenai perbandingan jumlah penduduk anak – anak, dewasa, dan orang tua pada wilayah yang bersangkutan. Keadaan struktur atau komposisi penduduk yang berbeda – beda akan menunjukan bentuk piramida yang berbeda – beda pula.

Ada tiga Jenis struktur penduduk :
1. Piramida penduduk muda, ini menggambarkan komposisi penduduk dalam pertumbuhan dan sedang berkembang. Jumlah angka kelahiran lebih besar daripada jumlah kematian.

2. Piramida Stationer, ini menggambarkan keadaan penduduk yang tetap ( statis ) sebab tingkat kematian rendah dan tingkat kelahiran tidak begitu tinggi.

3. Piramida penduduk tua, ini menggambarkan adanya penurunan tingkat kelahiran yang sangat pesat dan tingkat kematian kecil sekali. Apabila angka kelahiran jenis kelamin pria besar, maka suatu negara bisa kekurangan penduduk.



Rasio Ketergantungan ( Dependency of ratio ) ialah angka yang menunjukkan perbandingan jumlah penduduk golongan umur yang belum produktif dan sudah tidak produktif kerja lagi dengan jumlah penduduk golongan umur produktif kerja. Biasanya dinyatakan dalam persen ( % ).


KEBUDAYAAN DAN KEPRIBADIAN


Menurut teori tabula rasa, John Locke 1690 memiliki pengertian bahwa manusia yang baru lahir adalah bagaikan batu tulis bersih, dan akan menjadi apakah seseorang dalam hidupnya, dituliskan pada batu tersebut menurut potensi pertumbuhan kepribadiannya secara biologis adalah identik, dan kepribadiannya saat dewasa adalah hasil dari pengalamannya setelah lahir ke dunia ini, yang juga berbeda menurut kebudayaan masing-masing.

DIRI PRIBADI (THE SELF) DAN LINGKUNGAN PERILAKU           
Kebudayaan diciptakan dan dipelajari, tidak diwariskan secara biologis maka semua masyarakat bagaimanapun caranya harus dapat menjamin penerusan kebudayaan itu dari generasi ke generasi, dimulai setelah proses kelahiran dan proses tersebut dikenal dengan enkulturasi.

Diri Pribadi (The Self)
Enkultirasi dimulai dengan adanya kesadaran diri (self-awareness), yakni kemampuan untuk mengidentifikasikan diri sendiri sebagai objek untuk bereaksi terhadap diri sendiri dan juga untuk menilai diri sendiri.

Lingkungan Perilaku
Kesadaran diri dapat tumbuh dan berfungsi memerlukan adanya orientasi dasar yang membentuk psikologis pribadi itu sendiri. Dengan begitu tiap individu harus mempelajari dunia objek yang bukan dirinya sendiri, dunia objektif dapat dilihat dengan kacamata cultural. Contohnya, kebudayaan yang berlainan dalam memahami arti gunung. Orang Amerika Utara menganggap Gunung Kathadin mempesona dan menyenangkan untuk didaki, sedangkan bagi orang Indian Penobscot gunung adalah kediaman makhluk supranatural yang menakutkan, dan hanya orang gila yang berpikir untuk mendakinya.
Masyarakat Barat yang tetap berpegang pada tafsiran yang tidak ilmiah disebut "kreasionisme ilmiah" dan itu adalah contoh dari zaman sekarang. Dalam semua kebudayaan nama dan ciri khas dari suatu tempat adalah sarana penting untuk menemukan dan menunjukkan titik acuan (point of reference) dalam orientasi ruang. Orientasi waktu juga merupakan bagian dari orientasi perilaku, seperti orientasi lingkungan yang dikenal berdasar pada kebudayaan.
Aspek lingkungan perilaku adalah orientasi normatif, yakni nilai, cita-cita dan standart yang berasal dari kebudayaan. Dalam hal ini contohnya orang Indian Penobscot suku yang hidup dari berburu dan meramu makanan. Mereka menganggap individu terdiri dari tubuh dan "pribadi vital". Kegiatan pribadi vital yang dimaksud adalah ketika kita bermimpi, apabila pribadi vital dalam waktu yang wajar dapat kembali ke tubuh maka akan tetap sehat, tapi bila terhalang kembali ke tubuh maka orang tersebut bisa meninggal. Kepercayaan kuno itu sendiri ada  berkaitan dengan pola afektif (patterns of affect), bagaimana perasaan orang tentang dirinya sendiri dan orang lain, dan cirri tersebut mungkin akan bertahan selama ribuan tahun.


KEPRIBADIAN  
Dalam proses enkulturasi tiap individu diperkenankan dengan konsep diri pribadi dan lingkungan tata kelakuan yang khas untuk kebudayaannya. Akibatnya terbentuk peta kognitif dari alam dengan fungsinya yang digunakan sebagai acuan dalam pikiran manusia. Peta kognitif sendiri adalah sebuah kumpulan presepsi yang bersifat integral dan dinamis, termasuk konsepsi tentang diri dan lingkungan. Oleh karena itu kepribadian adalah produk enkulturasi, dialami oleh tiap individu dengan watak genetik masing-masing, kepribadian tidak dapat didefinisikan secara formal tapi dapat dianggap sebagai cara khas seseorang dalam berpikir, merasa dan bertindak.

Perkembangan Kepribadian
Ahli teori psikoanalisis menganggap kepribadian orang dewasa sangat dipengaruhi oleh pengalaman masa kecil. Kepustakaan dari seorang psikoanalisis bersifat uraian panjang tentang konsep, spekulasi, dan data klinis sedangkan tidak begitu berhubungan dengan kebudayaan. Sebaliknya ahli antropologi menaruh perhatian besar pada studi dengan usaha membuktikan, memodifikasi, atau memberi keterangan tentang anggapan itu.
Contohnya seorang ahli antropologi Margarett Mead pergi ke Samoa untuk melakukan sebuah penelitian. Orang-orang di Samoa memiliki batasan yang keras dalam pertumbuhan hidupnya. Seperti anak kecil harus tenang, bangun pagi, penurut bermain dan bergembira. Remaja harus bekerja dengan rajin dan terampil, kawin dengan bijak, tidak membuat onar. Orang dewasa harus bujak, suka damai, dan menjaga prestis desa dengan baik. Masyarakat Samoa menganggap hubungan seks sebelum menikah biasa saja dan tidak banyak diberi perhatian. Maka dari itu "Masyarakat remaja tidak dengan sendirinya terdiri dari masa stress dan ketegangan, tapi kondisi kebudayaanlah yang membuat demikian". Contoh lainnya adalah Oedipus complex Freud yaitu keinginan seksual anak laki-laki terhadap ibunya. Seperti yang kita ketahui masyarakat zaman dahulu sangat patriakal dengan ayah yang memegang hak seksual atas saudara dan anak perempuannya. Para laki-laki dikucilkan dalam hal seksual, sehingga mereka memberontak dan membunuh serta memakan ayah mereka. Karena perasaan bersalah lelaki bersaudara itu menekan keinginan seksual mereka pada ibu dan juga saudara perempuannya, dari sanalah lahirnya tabu incest dan eksogami.

Latihan (pendidikan) Ketergantungan
Latihan pendidikan ketergantungan cenderung menjamin adanya ketaatan dalam melaksanakan tugas yang diberikan untuk mempertahankan individu sebagai anggota kelompok. Pola ini berhubungan dengan keluarga luas (extended family) yang terdiri dari suami-istri-anak, dan dalam masyarakat berdasar perekonomian pertanian. Dalam tipe keluarga ini menyusui anak dilakukan selama beberapa tahun, dampaknya positif karena anak-anak sudah diberi tugas untuk mengurusi anak dan rumah tangga. Juga negative karena perilaku yang dilakukan orang dewasa dianggap agresif atau cabul itu dapat diharapkan untuk dicegah.

Latihan Kebebasan
Latihan kebebasan sebaliknya mementingkan kebebasan individu, kepercayaan diri, dan prestasi perseorangan. Berkaitan dengan keluarga inti (nuclear family) terdiri atas suami, istri dan anak-anak, kedudukan yang bebas dan tidak merupakan dari bagian kelompok yang besar, dan biasanya ada dalam masyarakat industri. Contohnya di Amerika, waktu menyusui anaknya relative singkat hanya sedikit perhatian, dan lebih didasarkan pada perhitungan waktu bukan kebutuhan. Segi positifnya agresif dan seksualitas apabila tidak dirangsang diterima dengan toleransi lebih besar daripada daerah yang menjadi adat latihan ketergantungan.

Kepribadian Kelompok
Kepribadian, praktek pendidikan anak, dan aspek kebudayaan tidak saling berhubungan secara kebetulan. Praktek pendidikan anak bersumber pada adat kebiasaan pokok masyarakat yang berhubungan dengan pangan, tempat tinggal dan bahwa praktek pendidikan itu akan menghasilkan kepribadian tertentu pada orang dewasa.

Kepribadian Modal
Kepribadian modal (modal personality)  dalam kelompok dapat didefinisikan sebagai kepribadian umum suatu populasi yang secara cultural dibatasi, seperti tendensi sentral frekuensi yang ditentukan. Data kepribadian modal dikumpulkan melalui tes psikologi, seperti tes Rorscahch atau "noda tinta" dan Thematic Apperception Test (TAT). Semua tes itu memiliki kesamaan karena sifat mendua disengaja, maksudnya agar kepribadiannya terproyeksikan kedalam situasi yang mendua itu.

Watak Nasional
Pembahasan kepribadian kelompok tidak lengkap tanpa memberi perhatian pada watak nasional. Pada hakikatnya itu hanya stereotip. Contohnya adalah kebiasaan orang Jepang dalam melatih anak-anaknya untuk membuang hajat, dianggap keras dan menakut-nakuti. Anak-anak Jepang dipaksa mengendalikan lingkar otot anusnya sebelum mencapai pertumbuhan otot dan perkembangan intelegensi mereka, maka orang Jepang tumbuh besar dengan penuh dendam yang terpendam.

Kepribadian Abnormal
Di Dobu, orang laki-laki yang ramah memandang pekerjaan sebagai tujuan dalam dirinya, menyenangkan, tidak berusaha menjegal dan membantu siapa saja yang membutuhkan akan dianggap gila oleh penduduk lainnya. Ukuran untuk menentukan perilaku normal di setiap kebudayaan ditentukan oleh kebudayaan itu sendiri. Namun tiap kebudayaan menentukan sendiri syarat-syarat yang menyebabkan suatu tindakan dianggap normal atau tidak di dalam kebudayaan itu sendiri. Jadi apakah "keadaan normal" adalah konsep yang tidak ada artinya bila diterapkan? Seorang ahli menyatakan bahwa normallah untuk ikut dalam khayalan yang secara tradisional ditrima oleh kebudayaan yang bersangkutan. Yang abnormal adalah pertumbuhan system khayalan yang tidak dibenarkan oleh kebudayaan.



Referensi :

Hermantiyoko, Neltje F. Katuk. 1997. "MKDU Ilmu Sosial Dasar". Gunadarma
https://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/802/644
http://r-sugianto-fisip10.web.unair.ac.id/artikel_detail-76157-ANTROPOLOGI-Kebudayaan%20dan%20Kepribadian.html
Google Images
https://www.wikipedia.org/